WBTB

Home / WBTB
Ditetapkan 20 Oktober 2015

Larung Sembonyo

Labuh Laut Larung Sembonyo adalah adat istiadat maupun kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat pesisir daerah Prigi. Larung bersal dari bahasa jawa yang berarti “menghanyutkan” menurut artian adalah meghanyutkan makanan dalam bentuk sesaji (tumpeng) ke laut yang tujuannya adalah rasa syukur nelayan terhadap tangkapan ikan yang melimpah dan permintaan keselamatan bagi nelayan Prigi saat melaut. Tradisi dan budaya yang dilestarikan masyarakat ini lahir dari mitos yang berkembang dan dijalani oleh masyarakat Prigi. Mitos ini menceritaka tentang awal dibukanya kawasan atau orang jawa biasa menyebutnya babad alas teluk Prigi, yang menjadi cikal bakal atau asal usul adanya Upacara Labuh Laut Larung Sembonyo. Masyarakat menyakini bahwa tradisi yang biasa dilakukan pada hari Kliwon bulan Selo dalam penangalan jawa ini merupakan adat budaya yang harus dilestarikan. Proses pelaksanaan tradisi ini dipimpin oleh tokoh adat dan tokoh agama setempat. Tradisi ini diawali dengan malam tirakatanyang diisi dengan sholat hajat,istighosah, dan selamatan, dilanjut keesokan paginya yakni acara puncak dimana sesaji berupa buceng agung yang telah disiapkan tersebut dilarung ke tengah laut lepas (samudera Hindia), malamnya ada pementasan tayub wayang kulit semalam suntuk, dan diakhiri dengan selamatan berharap supaya acara yang telah dilaksanakan kemarin terkabul dan berharap berkah Tuhan Yang Maha Esa.